- Memaafkan kesalahan orang lain dan menghapuskan bekas-bekasnya
- Memberi sesuatu kepada orang yang tidak pernah memberinya sesuatu
- Menyambung silaturrahim dengan orang yang memutuskan hubungan silaturrahim dengan dia.
3 perkara yang meningkatkan kemuliaan
Nasihat sepanjang zaman
Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.
Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.
Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)
Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.
Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.
Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.
Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.
Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.
Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.
Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.
Antara kerendahan hati dan kesombongan diri
Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu (rendah hati) lebih disenangi oleh hati manusia dan lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan dengan kecerdasan dan kepandaian yang tinggi yang disertai dengan kesombongan.
Wahai orang tua ku
Apabila ibubapa hanya punya sedikit waktu bagi kepentingan anak-anak mereka, maka kekosongan besar akan berkembang dan ideologi serta pemikiran-pemikiran yang menyimpang akan segera bergerak masuk.
Lima perkara yang perlu disegerakan
Lima perkara jangan ditunda-tunda pelaksanaannya:
- Solat bila tiba waktunya
- jenazah bila telah siap penguburannya
- mengahwinkan gadis bila ada lelaki sepadan datang meminangnya
- melunasi hutang bila sudah mampu membayarnya
- menyegerakan jamuan untuk tamu yang datang.

