Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.
Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.
Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.
Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.
Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.
Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.
Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.
Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.
Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)
Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.
Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.
Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.
Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.
Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.
Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.
Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.
Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu (rendah hati) lebih disenangi oleh hati manusia dan lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan dengan kecerdasan dan kepandaian yang tinggi yang disertai dengan kesombongan.
Kawan itu ada tiga jenis: