Datanglah kepada Ilmu

Pada suatu ketika, Imam Malik rah.a telah diminta oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid untuk datang ke istana mengajarkannya kitab Al-Muwaththa’ yang dikarang oleh Imam Malik rah.a.  Maka jawab Imam Malik rah.a : kita harus datang kepada ilmu dan bukan ilmu itu datang kepada kita.  Demikian, sehingga Khalifah Harun Ar-Rasyid telah datang sendiri ke rumah Imam Malik rah.a untuk  belajar ilmu.

Subhanallah.

The URI to TrackBack this entry is: https://permatakata.wordpress.com/2008/03/28/datanglah-kepada-ilmu/trackback/

Suapan RSS untuk komen-komen bagi kiriman ini.

4 KomenTinggalkan komen

  1. Sekarang…. saya sangat ingin belajar ilmu agama. TApi masalahnya.. siapa yang harus saya datengi. Terlalu banyak yang menganggap dirinya guru dan menganggap dirinya benar. Jadi Sumber ilmu mana yang harus saya datangi?????

  2. @keleponcemen, salaam dan terima kasih atas kunjungannya.

    Semuanya bermula dengan niat, kemudian bergerak kearah pencarian ilmu. Semoga Allah tunjuki kita kejalan yang benar.

    Tuntutan ilmu ada 4: mencari, belajar, mengamal, dan menyebarkannya. InsyaAllah, jika kita dapat menunaikan tuntutan-tuntutan ilmu ini dengan sempurna, dan diiringi dengan doa yang bersungguh-sungguh, Allah akan memperjelaskan kepada kita diantara yang haq dengan yang bathil.

    Wallahualam.

  3. Saudaraku, mohon ijin utk berbagi pandangan mengenai mencari guru.

    Ketika kita ingin mencari ilmu dan berguru pada seseorang, “Guru” saya menganjurkan untuk melakukan sholat istikharah, minta petunjuk dan bimbingan serta pilihan dari Allah SWT. Insya Allah, yg namanya kebingungan itu akan segera berganti dgn kekuatan dan ketetapan hati untuk memutuskan dan membuat keputusan…

    Wallahu a’lam

  4. Salaam dan jazzakallah Mas Rozy atas kunjungan dan komentarnya. Memang benarlah apa yang dikatakan, dan saya sambung sedikit.

    Untuk hati memutuskan dan membuat keputusan, perlulah ada satu perkara, yakni ketaqwaan kepada Allah, sebagaimana yang telah diterangkan didalam Al-Quran, Surah Al-Anfaal Ayat 29 yang bermaksud :

    Wahai orang-orang yang beriman, sekiranya kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Allah akan mengadakan untuk kamu satu ilmu, iaitu kamu boleh membezakan antara haq dan kebathilan….

    Orang yang bertaqwa, bila datang suatu berita kepadanya, dia akan siasat dulu akan berita tersebut, sama ada betul ataupun palsu.

    Nabi s.a.w. juga telah mengajar kita dengan satu doa yang bermaksud,

    Ya ALLAH, tunjukkanlah kepada kami yang haq itu haq, dan berilah kami rezeki untuk mengikut yang haq. Dan tunjukkanlah kepada kami yang bathil itu bathil, dan berilah kami rezeki untuk kami menjauhi yang bathil.

    Semoga kita sentiasa dapat beramal dengan doa ini.

    Saya suka kiranya perbincangan kita ini dapat diteruskan.

    Salaam


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: